30 Januari 08

Monday, September 1, 2008

akarta 30 Juli 2008, pagi ini Jakarta begitu dingin. Tak seperti biasanya yang diselimuti hawa hangat. Rasa dingin pagi menelusup kerusuk merambat disela-sela perut. Kurapatkan jaket memeluk diri sendiri. Dingin sekali. Teringat aku dengan masa kecil mungkin sekJakarta,itar tahun 90-an. Pada tahun sembilan puluhan kondisi iklim di Inodenesia masih terbilang normal. Hujan datang dengan kepastian dan janjinya yang tak pernah ingkar. Setelah musim panas selama kurang lebih enam bulan hujan pun tiba membasahi bumi. Di bulan Januari hujan turun seharian berhenti hanya untuk istirahat dan kembali meneteskan air. Bulan Januari adalah musim hujan dimana konsentrasi hujan begitu derasnya. Saat itu tidak banyak penduduk desa yang melakukan kegiatan diluar rumah.


Mereka hanya bermalas-malasan sembari menikmati singkong rebus simpanan dimasa yang lalu. Ditambah perapian dan balai yan terbuat dari bambu menambah rasa malas kian memanjakan diri untuk sekedar berbaring dan menguap untuk sesaat. Lalu bagaimana dengan aku. Mungkin usiaku pada saat itu sekitar 7-8 tahun. Tentu saja aku masih kecil. Karena hujan yang seoalah tak mau berhenti, pada saat itu anak - anak tidak bisa keluar rumah untuk bermain bersama di hari libur sekolah. Yang mereka lakukan hanyalah bermain didalam rumah atau memperhatikan tetes hujan dari jendela rumah yang tak ada kacanya.

Hujan turun di bulan Januari adalah keindahan tersendiri bagi penduduk desa seperti aku. Bagiku Hujan di bulan Januari adalah isyarat dari yang maha kuasa bahwa penduduk desa harus beristirahat sejenak. Itu karena kegiatan bertani yang biasa mereka lakukan disawah nyaris berhenti karena hujan tidak mau berhenti di bulan ini. Tapi sekarang telah berubah Januari tidak seperti dahulu. Musim telah berganti dan iklim telah berubah, Di Januari versi sekarang hujan tidak turun dengan konsentrasi seharian, bahkan di Januari sekarang kadang tidak datang hujan dalam sehari. Aku rindu Januari yang dulu, Januari yang dingin.

0 komentar to “30 Januari 08”