Menuju Allah
Sunday, August 31, 2008
Di usia yang kesebelas aku melaksanakan kewajiban sebagai seorang moslem yaitu melaksanakan sunat membersihkan diri dan dimulainya masa baliq atau dewasa. Usai sunat setiap moslem telah diwajiban untuk melaksanakan perintah Allah dan jika meniggalkan perintah maka mendapat dosa. Yang paling utama adalah sholat, sebagai tiang dari agama Islam, sholat merupakan harga mati untuk seorang muslim dan muslimah. Setelah sunat aku menjalankan kewajiban sholat dengan bimbingan dari kakak perempuan mbak’ rum dan saudara iparku mas Heri, mereka adalah suami istri yang mendidik aku dari kecil hingga aku lulus SMU.
Mungkin karena ketatnya pengawasan dan pendidikan yang mereka berikan aku masih melakukan sholat tanpa terkecuali sholat subuh yang dilakukan saat pagi buta sebelum matahari bersinar. Mereka senantiasa membangunkan aku untuk melakukan sholat subuh tanpa rasa jenuh.
Sekarang aku sudah lulus kuliah dan terpisah dengan mereka. Kini aku tinggal di Jakarta dan telah bekerja disalah satu perusahaan Advertising yang ada di jakarta. Saat ini aku merasakan beratnya untuk melakukan dan menjalankan perintah Allah. Entah kenapa begitu jarang aku melakukan sholat lima waktu. Astaghfirullah” tidak ada kedamain hati seperti yang kurasakan dulu, apa ini karena aku menjauh dari Nya. Aku ingin merasakan damai yang begitu merasuk dalam hati dengan doa dan dzikir mendekatkan diri kepada Nya. Bukan sekedar iman semata tetapi takwa yang sesungguhnya.
Apakah ini karena lingkungan dan kebiasaan sehari-hariku, kepada pembaca yang budiman tolonglah untuk memberi saran agar aku kembali dijalan Allah, semoga diawal Ramadhan kita mendapatkan karunia dari Allah SWT, amien.
0 komentar to “Menuju Allah”
Post a Comment